FAKULTAS PERIKANAN DAN KELAUTAN

Guest Lecture Dr. Jose Domingos Bahas Genomic Selection Barramundi untuk Ketahanan Penyakit di FPK UNAIR

3 minutes read
4 Views count

Internasionalisasi Akademik FPK UNAIR melalui Guest Lecture Dr. Jose Domingos

Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK UNAIR) kembali mempertegas komitmennya dalam memperluas jejaring akademik global melalui penyelenggaraan guest lecture bersama Dr. Jose Domingos pada 30 April 2026. Akademisi dan peneliti bidang genetika akuakultur yang saat ini menjabat sebagai profesor di James Cook University, Australia, hadir sebagai Profesor Tamu dalam Program Academic Fellow dan menyampaikan materi bertajuk “Genomic Selection of Baramundi (Lates calcarifer) for Improved Disease Resistance”. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi internasionalisasi FPK UNAIR dalam menghadirkan pembelajaran berbasis riset dan kolaborasi internasional.

Guest lecture dilaksanakan di Gedung C Fakultas Perikanan dan Kelautan UNAIR dalam kelas Dasar-Dasar Akuakultur (DDA) Class B, didampingi oleh Ibu Dita Wisudyawati, S.Pi., M.Sc. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dan mahasiswi dari Program Studi Akuakultur serta dosen di lingkungan fakultas. Sejak awal sesi, peserta menunjukkan antusiasme tinggi, terutama saat sesi diskusi interaktif yang membahas tantangan industri budidaya ikan tropis di tingkat global.

Inovasi Seleksi Genomik untuk Ketahanan Penyakit Ikan

Dalam pemaparannya, Dr. Jose Domingos menjelaskan konsep seleksi genomik sebagai pendekatan inovatif dalam program pemuliaan ikan, khususnya pada spesies barramundi (Lates calcarifer). Fokus pembahasan diarahkan pada peningkatan ketahanan terhadap Scale Drop Disease Virus (SDDV), salah satu penyakit viral yang menjadi tantangan serius dalam budidaya ikan laut. Melalui pemanfaatan marker genetik dan analisis genom, proses seleksi induk unggul dapat dilakukan secara lebih presisi dan efisien, sehingga menghasilkan populasi ikan dengan performa produksi dan ketahanan penyakit yang lebih baik.

Penguatan Kolaborasi Global dan Dampak Pembelajaran Internasional

Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkaya wawasan mahasiswa mengenai perkembangan mutakhir genetika akuakultur serta membuka ruang dialog ilmiah lintas negara. Kehadiran Dr. Jose Domingos sebagai bagian dari Program Academic Fellow mencerminkan komitmen FPK UNAIR dalam membangun kemitraan strategis dengan institusi pendidikan tinggi internasional. Hal ini sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) poin 17, yaitu Partnerships for the Goals, yang menekankan pentingnya kolaborasi global dalam memperkuat kapasitas riset, inovasi, dan pendidikan.

Manfaat kegiatan ini tidak hanya dirasakan dalam aspek akademik, tetapi juga dalam perluasan perspektif internasional mahasiswa. Interaksi langsung dengan profesor dari luar negeri memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan memperkenalkan standar riset global di bidang akuakultur. Selain itu, kegiatan ini membuka peluang pengembangan kerja sama penelitian, pertukaran akademik, serta publikasi bersama di masa mendatang.

Salah satu peserta, Yaya, mahasiswa Program Studi Akuakultur angkatan 2025, menyampaikan bahwa pengalaman mengikuti kuliah tamu bersama dosen internasional menjadi momen berkesan selama masa studinya. “Ini pertama kalinya saya mengikuti kuliah dengan profesor dari luar negeri. Saya jadi lebih memahami bagaimana riset genetika diterapkan secara nyata dalam industri budidaya di tingkat global,” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa paparan materi yang sistematis dan berbasis penelitian membuatnya semakin tertarik mendalami bidang genetika dan pemuliaan ikan.

Melalui penyelenggaraan guest lecture ini, FPK UNAIR terus mengukuhkan peran sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif membangun kemitraan global dan menghadirkan pembelajaran berstandar internasional. Kolaborasi yang terjalin diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi FPK UNAIR di kancah akademik global serta mendorong terciptanya inovasi akuakultur berbasis riset yang kolaboratif dan berkelanjutan.

Penulis : AAZ

Editor : TPA

Rated 5 out of 5