Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

FPK UNAIR Perkuat Kolaborasi Global melalui Kuliah HyFlex Biopolimer Laut bersama Visayas State University

Bagikan

Tolosa, Filipina – Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi akademik internasional melalui penyelenggaraan kuliah tamu internasional berbasis HyFlex bersama Faculty of Fisheries and Aquatic Sciences, Visayas State University (VSU) Tolosa, Filipina, pada 6 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Universitas Airlangga dalam memperluas jejaring akademik global, memperkuat kerja sama riset internasional, serta mendorong pertukaran ilmu pengetahuan lintas disiplin di bidang ilmu kelautan dan bioteknologi.

Kuliah internasional tersebut disampaikan oleh Dr. Muhamad Nur Ghoyatul Amin sebagai perwakilan staff outbound dari Departemen Kelautan, Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga. Kegiatan dilaksanakan menggunakan sistem pembelajaran hybrid-flexible (HyFlex), yang memungkinkan peserta mengikuti kegiatan secara luring maupun daring. Model pembelajaran ini memberikan kesempatan partisipasi yang lebih luas bagi dosen dan mahasiswa Visayas State University, serta beberapa mahasiswa dari Universitas Airlangga. Implementasi sistem HyFlex juga mencerminkan adaptasi perguruan tinggi terhadap perkembangan teknologi pembelajaran yang lebih inklusif dan fleksibel.

Pada sesi kedua perkuliahan, Dr. Muhamad Nur Ghoyatul Amin membawakan materi bertajuk “Chemistry of Chitin” yang membahas pemanfaatan kitin dan kitosan yang berasal dari organisme laut Indonesia. Materi yang disampaikan mencakup karakteristik kimia, metode ekstraksi, serta potensi aplikasi biopolimer laut dalam berbagai sektor, khususnya teknologi pangan dan industri biomedis. Diskusi dalam kegiatan ini dimoderatori oleh Dr. Rizalyn Gonzales dan dirangkum oleh Dr. Riza Regato, sehingga menciptakan suasana akademik yang interaktif dan dinamis selama kegiatan berlangsung.

Topik yang diangkat menarik perhatian peserta karena memiliki relevansi tinggi terhadap pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan serta pengembangan biomaterial ramah lingkungan. Kitin dan kitosan yang secara alami diperoleh dari cangkang krustasea dan organisme laut lainnya dijelaskan memiliki nilai strategis dengan berbagai aplikasi luas, mulai dari pengawetan pangan, farmasi, material penyembuhan luka, hingga produk biomedis. Selain itu, kuliah ini juga menyoroti besarnya potensi biodiversitas laut Indonesia sebagai sumber daya strategis dalam pengembangan riset bioteknologi kelautan yang inovatif dan berdaya saing global.

Lebih lanjut, kegiatan ini menekankan pentingnya transformasi limbah hasil laut menjadi produk bernilai tambah sebagai bagian dari pendekatan ekonomi sirkular yang berkelanjutan di sektor perikanan dan kelautan. Melalui inovasi ilmiah dan kolaborasi riset, limbah laut dapat dimanfaatkan secara lebih efisien sehingga tidak hanya mendukung keberlanjutan lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat pesisir dan industri perikanan.

Kegiatan akademik internasional ini juga mencerminkan kontribusi Universitas Airlangga dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Pengembangan biomaterial berbasis sumber daya laut untuk aplikasi pangan dan biomedis mendukung SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pengembangan material berkelanjutan yang meningkatkan kualitas hidup manusia. Selain itu, pemanfaatan biopolimer laut juga selaras dengan SDG 14 tentang Ekosistem Laut melalui pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan serta pengurangan limbah hasil pengolahan perikanan. Bentuk kolaborasi antara Universitas Airlangga dan Visayas State University dalam kegiatan ini juga menjadi implementasi nyata SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kerja sama akademik internasional dan pertukaran pengetahuan.

Melalui kuliah tamu internasional berbasis HyFlex ini, FPK Universitas Airlangga kembali menegaskan dedikasinya dalam mengembangkan ilmu kelautan, memperkuat kemitraan akademik global, serta mendorong mahasiswa dan peneliti untuk menghadirkan inovasi dalam pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan mampu semakin memperkuat reputasi internasional fakultas sekaligus membuka peluang kolaborasi riset yang lebih luas antara Indonesia dan Filipina di bidang perikanan, bioteknologi kelautan, dan pembangunan berkelanjutan.

Penulis : Muhammad Nur Ghoyatul Amin

Penyunting : FBM

Rated 5 out of 5