Surabaya – Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda bagi mahasiswa baru melalui Mini Praktikum Dasar-Dasar Akuakultur dan Pengolahan Bahan Baku dalam rangkaian Jaladhi 2026, Kamis (6/8/2026). Sebagai bagian dari PKKMB Fakultas dalam rangkaian PKKMB Amerta Universitas Airlangga, kegiatan ini menjadi pengenalan awal terhadap praktik pembelajaran yang akan ditemui mahasiswa selama menempuh pendidikan di FPK UNAIR.
Mengenal Dasar Keilmuan Melalui Praktik Langsung
Bertempat di lingkungan Fakultas Perikanan dan Kelautan UNAIR, mahasiswa baru mengikuti mini praktikum yang memperkenalkan mata kuliah dasar pada Program Studi Akuakultur maupun Program Studi Teknologi Hasil Perikanan. Dengan konsep pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai simulasi praktikum yang mencerminkan aktivitas perkuliahan sesungguhnya.
Pada Mini Praktikum Dasar-Dasar Akuakultur, peserta dibagi ke dalam tiga pos. Pos pertama berfokus pada pengukuran parameter fisika kualitas air budidaya, meliputi suhu, kecerahan, bau, dan warna air. Selanjutnya, Pos kedua memperkenalkan pengukuran parameter kimia berupa pH, salinitas, Oxidation Reduction Potential (ORP), dan Total Dissolved Solids (TDS). Sementara itu, Pos ketiga mengajak mahasiswa mempraktikkan pengenceran salinitas sekaligus melakukan pengukuran pH tanah sebagai salah satu parameter penting dalam kegiatan budidaya perikanan.
Di sisi lain, Mini Praktikum Pengolahan Bahan Baku menghadirkan dua pos pembelajaran. Pada pos pertama, peserta melakukan uji sensorik ikan segar dengan mengamati karakteristik organoleptik, seperti kondisi mata, insang, daging, dan lendir sebagai indikator tingkat kesegaran ikan. Selanjutnya, pada pos kedua mahasiswa mempraktikkan teknik fillet ikan, mulai dari skin on hingga skinless, sebagai pengenalan keterampilan dasar dalam pengolahan hasil perikanan.
Bekal Awal Menjadi Insan Perikanan
Seluruh rangkaian mini praktikum dipandu oleh mahasiswa dari Badan Semi Otonom Kajian Keilmiahan Mahasiswa (KAKEMA) dan Fisheries Processing Club (FPC). Kehadiran kedua organisasi tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa baru untuk belajar langsung dari sesama mahasiswa yang telah memiliki pengalaman akademik dan praktikum.
Sebagai luaran kegiatan, setiap peserta diwajibkan menyusun laporan praktikum sederhana berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan. Melalui penugasan tersebut, mahasiswa diharapkan mulai mengembangkan kemampuan observasi, analisis, serta penulisan ilmiah sebagai bekal menghadapi proses pembelajaran di bangku perkuliahan.
Melalui Mini Praktikum Jaladhi 2026, FPK UNAIR menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang aplikatif, kolaboratif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi mahasiswa sejak hari pertama perkuliahan. Kegiatan ini juga mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui pengalaman belajar berbasis praktik serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui sinergi antara fakultas, organisasi mahasiswa, dan sivitas akademika dalam menciptakan lingkungan belajar yang inovatif dan berkualitas.
Penulis : Alejandro Ahmad Zuhayr
Editor : TPA






