FAKULTAS PERIKANAN DAN KELAUTAN

Mengungkap Rahasia Warna Cerah Ikan Koi

1 minutes read
6 Views count

Ikan Koi, dengan keindahan warna dan gerakannya, menjadi salah satu ikan hias yang digemari. Balai Induk Udang Galah (BIUG) Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, melalui Praktek Kerja Lapang (PKL) berfokus pada manajemen pakan dan dampaknya terhadap perubahan warna ikan Koi.

PKL ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data primer dan sekunder melalui partisipasi aktif, observasi, wawancara, dan studi pustaka. Pakan berupa pellet diberikan setiap pagi dan sore, dengan dosis yang meningkat dari 12,2 gram pada minggu pertama hingga 19,2 gram pada minggu keempat, disebar merata di atas permukaan air.

Hasil pengamatan menunjukkan perubahan warna yang signifikan pada ikan Koi jenis Taiso sanke, Kohaku, dan Tancho, terutama warna merah yang lebih tajam. Namun, perubahan warna putih, kuning, dan hitam tidak terlalu signifikan, kecuali pada jenis Taisho sanke. Kualitas air dengan oksigen terlarut 4-5 ppm, pH 6,8-8, dan suhu 27-30°C sangat penting untuk kesehatan ikan.

Penggunaan aquarium berukuran 50×110 cm dengan penggantian air sebanyak 50% setiap dua hari memastikan kualitas air tetap terjaga. Nutrisi pakan yang tepat sangat berpengaruh pada pembentukan warna, dan nutrisi yang kurang dapat menghambat serta merusak warna ikan Koi.

Rated 5 out of 5