Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK UNAIR) kembali menunjukkan kiprah alumninya di tingkat industri global. Salah satu sosok inspiratif tersebut adalah Slamet Agus Wijaya, S.Pi., alumni Program Studi Budidaya Perairan angkatan pertama tahun 2001, yang kini menjabat sebagai Direktur Operasional di PT Kaia Anugerah Indonesia. PT Kaia Anugerah Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan dan distribusi hasil perikanan, khususnya produk seafood untuk pasar domestik dan internasional.
Bapak Slamet Agus Wijaya memulai perjalanannya sebagai mahasiswa ketika Program Studi Budidaya Perairan masih berada di bawah naungan Fakultas Kedokteran Hewan. Pengalaman sebagai bagian dari angkatan pertama membentuk karakter tangguh dan adaptif dalam menghadapi dinamika dunia kerja. Hal ini menjadi fondasi penting dalam membangun kariernya selama lebih dari dua dekade di industri perikanan.
PT Kaia Anugerah Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan dan distribusi hasil laut, mencakup pengadaan bahan baku, proses pembekuan, fillet, hingga pemasaran produk. Komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas dan standar keamanan pangan menjadikannya mampu bersaing di pasar global. Produk unggulan seperti tuna, kakap merah, dan rajungan telah berhasil menembus pasar internasional, termasuk Amerika, Jepang, dan Eropa. Perjalanan kariernya tidak hanya mencerminkan keberhasilan individu, tetapi juga menjadi bukti nyata kontribusi FPK UNAIR dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Dalam kurun waktu 21 tahun berkarier, bapak slamet menyoroti berbagai tantangan global yang berdampak signifikan terhadap industri perikanan, seperti pandemi COVID-19 dan dinamika geopolitik internasional. Kondisi tersebut menuntut perusahaan untuk sigap dalam melakukan mitigasi risiko dan adaptasi strategi bisnis. Ketahanan sektor perikanan dalam menghadapi berbagai krisis ini tidak terlepas dari pentingnya pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan.
Sebagai Direktur Operasional, bapak slamet tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pengembangan kualitas sumber daya manusia. Dari sekitar 300 staf yang dipimpinnya, sebanyak 25 orang merupakan alumni FPK UNAIR. Menariknya, sekitar 60 persen dari alumni tersebut telah menempati posisi strategis di level manajerial. Hal ini menunjukkan bahwa lulusan FPK UNAIR memiliki daya saing tinggi serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kinerja perusahaan.
Kontribusi perusahaan dalam menjaga kualitas hasil laut dan memastikan keberlanjutan sumber daya perikanan sejalan dengan implementasi SDGs 14 (Life Below Water), yaitu menjaga ekosistem laut melalui praktik pengelolaan yang bertanggung jawab. Selain itu, keterlibatan alumni FPK UNAIR dalam industri juga mencerminkan penguatan kolaborasi antara dunia pendidikan dan sektor industri, yang relevan dengan SDGs 17 (Partnerships for the Goals).
Keberhasilan bapak Slamet Agus Wijaya menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni FPK UNAIR untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pembangunan sektor perikanan yang berkelanjutan. Sinergi antara kompetensi akademik dan pengalaman industri menjadi kunci dalam menghadapi tantangan global sekaligus menciptakan peluang baru di masa depan.
Melalui kisah ini, FPK UNAIR kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga agen perubahan yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
Penulis : AAZ
Editor : TPA



