Mojokerto โ Kolam Bioflok menjadi salah satu inovasi yang dihadirkan Tim ECOFISH 1.0 Kajian Keilmiahan Mahasiswa (KAKEMA) Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga dalam mendukung budidaya ikan nila berkelanjutan di Desa Wisata Sumber Gempong, Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan yang berlangsung pada 12โ14 Juli 2026 ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang berhasil memperoleh pendanaan UNAIR SUSTAINACTION 2026.
Program tersebut bertujuan mengembangkan sustainable aquaculture melalui penerapan teknologi bioflok yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Selain meningkatkan produktivitas budidaya ikan nila, pembangunan kolam bioflok juga diharapkan mampu memperkuat potensi Desa Wisata Sumber Gempong sebagai destinasi wisata edukasi berbasis perikanan.
Kolaborasi Bangun Fasilitas Budidaya Berkelanjutan
Rangkaian kegiatan diawali dengan koordinasi bersama pengelola Desa Wisata Sumber Gempong untuk menentukan lokasi pembangunan kolam bioflok. Setelah lokasi ditetapkan, tim melaksanakan persiapan alat dan bahan, mulai dari pemasangan rangka kolam, pemasangan terpal, hingga pengecekan instalasi pendukung yang diperlukan dalam sistem bioflok.
Seluruh proses pembangunan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan mahasiswa dan pengelola desa wisata. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempermudah pengelolaan kolam setelah program selesai sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menerapkan teknologi budidaya modern.
Ketua Tim ECOFISH 1.0 menyampaikan bahwa pembangunan kolam bioflok merupakan langkah awal untuk memperkenalkan teknologi budidaya yang lebih efisien kepada masyarakat.
“Kami berharap kolam bioflok ini tidak hanya menjadi fasilitas budidaya ikan nila, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menerapkan teknologi akuakultur yang berkelanjutan,” ujarnya.
Mendukung Budidaya Ikan Nila dan Wisata Edukasi
Kolam bioflok yang telah dibangun akan digunakan setelah melalui proses persiapan air dan pembentukan bioflok sesuai standar budidaya. Teknologi ini dipilih karena mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air, mengoptimalkan pengelolaan limbah, serta menjaga kualitas lingkungan budidaya melalui aktivitas mikroorganisme yang membentuk flok.
Selain itu, flok yang terbentuk juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi tambahan bagi ikan sehingga meningkatkan efisiensi penggunaan pakan. Dengan berbagai keunggulan tersebut, sistem bioflok diharapkan mampu menghasilkan budidaya ikan nila yang lebih produktif sekaligus ramah lingkungan.
Keberadaan kolam bioflok juga mendukung pengembangan Desa Wisata Sumber Gempong sebagai destinasi wisata edukasi. Pengunjung nantinya dapat mempelajari proses budidaya ikan nila menggunakan teknologi bioflok, mulai dari persiapan kolam hingga pengelolaan kualitas air sebagai salah satu aspek penting dalam akuakultur modern.
Wujud Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Sebagai bagian dari program UNAIR SUSTAINACTION 2026, pembangunan kolam bioflok mencerminkan komitmen Universitas Airlangga dalam memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal. Sinergi antara Tim ECOFISH 1.0 KAKEMA, pengelola desa wisata, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan inovasi yang memberikan manfaat ekonomi, edukasi, dan lingkungan secara berkelanjutan.
Kegiatan ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) melalui penguatan ketahanan pangan berbasis budidaya ikan, SDG 14 (Life Below Water) melalui penerapan teknologi budidaya yang mendukung pengelolaan sumber daya perairan secara berkelanjutan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal.
Penulis : Aurel Meita Permata
Penyunting : Farrel Bhanu Mahardhika




