FAKULTAS PERIKANAN DAN KELAUTAN

PENGMAS FPK DI KECAMATAN UJUNG PANGKAH GRESIK, UPAYA TINGKATKAN PRODUKSI TAMBAK

2 minutes read
13 Views count

Berita FPK. Produksi hasil tambak di Kecamatan Ujung Pangkah menjadi problem yang saat ini perlu diperhatikan. Menurunnya kualitas air dan adanya penyakit seperti white spot menjadi penyebab rendahnya hasil panen akibat kematian udang. Sebagai salah satu upaya untuk memperbaiki kondisi tersebut, Departemen Manajemen Kesehatan Ikan dan Budidaya Perairan FPK UNAIR melaksanakan kegiatan Pengabdian masyarakat di daerah Kecamatan Ujung Pangkah meliputi kegiatan pelatihan dan demo simulasi mengenai penggunaan probiotik, immunostimulan, dan kualitas air pada hari Rabu 17 Juli 2019.

Kegiatan pertama adalah penyuluhan mengenai penyediaan probiotik guna mendukung produksi udang di Kecamatan Ujung Pangkah yang disampaikan oleh Dr. Woro Hastuti Satyantini. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan mengenai manfaat probiotik untuk mengatasi permasalahan penyakit dan menurunnya kualitas air tambak. Probiotik menjadi salah satu strategi alternatif karena mampu meningkatkan respon imun, meningkatkan kualitas air, dan menjadi sumber makro dan mikronutrien. Penggunaan probiotik dalam budidaya udang tentunya akan menambah biaya produksi. Oleh karena itu, untuk menekan biaya produksi, maka dilakukan perbanyakan probiotik dengan cara dikultur. Dalam materi tersebut beliau menjelaskan mengenai bagaimana pembuatan probiotik dengan cara mengkultur sendiri.

Selanjutnya materi kedua disampaikan oleh Dr. Gunanti Mahasri mengenai penggunaan immunostimulan pada udang dan ikan. Beliau menyampaikan bahwa penggunaan immunostimulan dapat menurunkan kematian ikan akibat patogen dan meningkatkan ketahanan terhadap penyakit sehingga udang lebih resisiten. Setelah pemaparan materi, dilanjutkan oleh sharing dengan para petambak udang. Para petambak sangat antusias bertanya dan sharing mengenai kondisi budidaya udang di lapangan. Mereka menyampaikan bahwa selama ini adanya penyakit white spot pada udang menjadi masalah yang menyebabkan turunnya produksi. Mereka juga bertanya terkait bagaimana mengidentifikasi benur udang yang sehat sehingga tidak mudah terserang penyakit.

Setelah penyuluhan, dilanjutkan oleh demo pembuatan kultur probiotik dengan bahan-bahan yang sudah disediakan. Setelah itu dilanjutkan demo mengenai aplikasi immunostimulan pada udang. Para petambak sangat berharap ilmu yang didapatkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, dapat diterapkan di lapangan sehingga meningkatkan produksi udang di tambak Kecamatan Ujung Pangkah.

Penulis

Nina Nurmalia Dewi
Departemen MKI-BP
Email: ninanurmaliadewi@fpk.unair.ac.id

Rated 5 out of 5