Probolinggo – SOSCAMP × HIMVIST 2026 menjadi pengalaman belajar di luar kelas bagi mahasiswa Program Studi Akuakultur Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga. Diselenggarakan melalui kolaborasi Departemen Sosial Pengabdian Masyarakat (SPM) dan Departemen Hubungan Luar (HUBLU) Himpunan Mahasiswa Akuakultur (HIMAKUA), kegiatan ini berlangsung pada 11–12 Juli 2026 di Instalasi Budidaya Air Payau (IBAP) Probolinggo dan Pulau Gili Ketapang. Sebanyak 31 peserta yang terdiri atas 30 mahasiswa dan satu dosen pendamping mengikuti rangkaian kegiatan yang memadukan kunjungan edukatif, aksi konservasi, serta penguatan solidaritas antarmahasiswa.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pengalaman belajar secara langsung mengenai budidaya perikanan air payau, konservasi ekosistem pesisir, serta penerapan ilmu akuakultur di lapangan. Pengalaman tersebut diharapkan mampu memperluas wawasan akademik sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap keberlanjutan sumber daya perairan.
Belajar Budidaya Perikanan Langsung di IBAP Probolinggo
Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke Instalasi Budidaya Air Payau (IBAP) Probolinggo yang didampingi oleh Muhammad Hanif Azhar, S.Pi., M.Si., Ph.D. Selama kunjungan, peserta memperoleh penjelasan mengenai pengelolaan berbagai komoditas budidaya air payau, teknologi budidaya yang diterapkan, hingga pengelolaan fasilitas pendukung yang digunakan dalam kegiatan produksi.
Peserta juga berkesempatan mengamati secara langsung berbagai unit budidaya sehingga materi yang disampaikan dapat dipahami melalui pengalaman nyata di lapangan. Pendekatan tersebut memberikan gambaran mengenai penerapan ilmu akuakultur dalam mendukung pengembangan sektor perikanan yang berkelanjutan.
Alya, ketua HIMAKUA menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang agar mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif.
“Melalui SOSCAMP × HIMVIST, kami ingin memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat secara langsung penerapan ilmu akuakultur di lapangan sekaligus memahami pentingnya kolaborasi dalam mendukung pengelolaan sumber daya perairan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Mengenal Konservasi Pesisir di Gili Ketapang
Setelah menyelesaikan kunjungan di IBAP Probolinggo, peserta melanjutkan perjalanan menuju Pulau Gili Ketapang. Di lokasi tersebut, peserta mengikuti kuliah tamu yang disampaikan oleh Prof. Dr. Kismiyati, Ir., M.Si. mengenai ekosistem pesisir dan konservasi terumbu karang.
Materi yang disampaikan menekankan pentingnya menjaga terumbu karang sebagai habitat berbagai biota laut sekaligus penunjang keberlanjutan sumber daya perikanan. Pada malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan sesi bonding dan barbeque yang menjadi ruang bagi peserta untuk mempererat komunikasi, membangun kerja sama, serta menumbuhkan rasa kekeluargaan di luar suasana perkuliahan.
Memasuki hari kedua, peserta mengikuti edukasi mengenai teknik transplantasi terumbu karang yang dilanjutkan dengan praktik penanaman terumbu karang bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Situbondo sebagai mitra konservasi. Seluruh peserta juga melaksanakan aksi bersih pantai sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir.
Membangun Kepedulian terhadap Sumber Daya Pesisir
Melalui SOSCAMP × HIMVIST 2026, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan akademik mengenai budidaya perikanan dan konservasi pesisir, tetapi juga belajar membangun kepedulian terhadap lingkungan melalui aksi nyata. Kolaborasi antara HIMAKUA, akademisi, serta Dinas Kelautan dan Perikanan menunjukkan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam mendukung pengelolaan sumber daya perairan yang berkelanjutan.
Departemen Sosial Pengabdian Masyarakat dan Departemen Hubungan Luar HIMAKUA berharap SOSCAMP × HIMVIST dapat terus menjadi program yang memberikan pengalaman belajar bermakna sekaligus membentuk mahasiswa Akuakultur yang kompeten, adaptif, dan peduli terhadap lingkungan. Sejalan dengan tujuan tersebut, kegiatan ini turut mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui pembelajaran berbasis pengalaman lapangan, SDG 14 (Life Below Water) melalui edukasi dan aksi konservasi ekosistem pesisir, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara mahasiswa, perguruan tinggi, dan mitra konservasi dalam menjaga keberlanjutan sumber daya laut.
Penulis : Milka Ainun Najma dan Putri Agis Khoirunnisa
Penyunting : Farrel Bhanu Mahardhika












