Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK UNAIR) secara resmi menutup rangkaian Tropical Fisheries and Aquaculture (TROFIA) 2026 pada 7 Mei 2026 melalui kegiatan pengabdian lingkungan dan pertunjukan budaya internasional. Penutupan ini menjadi puncak program inbound yang mempertemukan mahasiswa dari Malaysia, Thailand, dan Filipina dalam pengalaman akademik, praktik lapangan, serta pertukaran budaya di bidang perikanan dan akuakultur tropis.
Kolaborasi Internasional dalam Aksi Nyata Pelestarian Mangrove
Rangkaian kegiatan diawali dengan morning exercise di halaman tengah FPK UNAIR yang diikuti oleh seluruh peserta internasional, panitia, serta civitas akademika. Suasana pagi yang penuh semangat dan kekompakan menjadi ruang interaksi lintas negara sebelum peserta melanjutkan agenda eksplorasi dan penanaman mangrove di kawasan Mangrove Gununganyar, Surabaya.
Sebanyak 30 mahasiswa internasional bersama 20 civitas akademika FPK UNAIR terlibat langsung dalam aksi rehabilitasi ekosistem pesisir tersebut. Kehadiran Dekan FPK UNAIR, Prof. Dr. Ir. Endang Dewi Masithah, M.P., beserta jajaran pimpinan fakultas, menegaskan komitmen institusi dalam mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan praktik keberlanjutan ekosistem. Kegiatan ini memberikan pengalaman nyata mengenai pentingnya mangrove sebagai pelindung pesisir, penyerap karbon, serta habitat biota perairan.
Closing Ceremony dan Apresiasi Akademik
Setelah kembali ke kampus, kegiatan dilanjutkan dengan Closing Ceremony yang berlangsung khidmat. Sertifikat diberikan kepada seluruh peserta sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif selama mengikuti TROFIA 2026. Penyerahan sertifikat dilakukan secara langsung oleh Dekan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga Prof. Dr. Ir. Endang Dewi Masithah, M.P. Selain itu, sertifikat, souvenir, dan plakat juga diberikan kepada para pemateri sebagai ungkapan terima kasih atas kontribusi akademik yang telah memperkaya wawasan peserta.
Prosesi ini menjadi simbol berakhirnya program secara formal sekaligus penegasan keberhasilan kolaborasi akademik lintas negara yang telah terjalin selama kegiatan berlangsung.
Cultural Performance: Harmoni dan Refleksi Kebersamaan
Rangkaian Cultural Performance menjadi penutup yang meriah dan penuh makna. Delegasi dari berbagai universitas menampilkan pertunjukan budaya yang mencerminkan identitas dan kekayaan tradisi masing-masing negara.
Suasana kebersamaan mencapai puncaknya saat seluruh panitia TROFIA 2026 bersama civitas akademika FPK UNAIR membawakan tarian Gemu Famire. Gerakan yang energik dan dinamis mengundang seluruh peserta untuk ikut menari bersama, menciptakan atmosfer inklusif yang menyatukan berbagai latar belakang budaya dalam satu irama. Sorak semangat dan tepuk tangan memenuhi ruangan, menandai eratnya solidaritas dan persahabatan yang terbangun selama program berlangsung.
Momen reflektif kemudian hadir ketika Prof. Dr. Ir. Endang Dewi Masithah, M.P., menyanyikan lagu “Heal the World” di hadapan seluruh peserta. Lantunan lagu tersebut menghadirkan suasana haru dan penuh harapan, mengajak seluruh hadirin merenungkan pentingnya kolaborasi global dan tanggung jawab generasi muda dalam menjaga keberlanjutan ekosistem. Banyak peserta turut bernyanyi bersama, menciptakan momen emosional yang mempererat kebersamaan sebelum perpisahan.
Tanggapan Peserta dan Kontribusi terhadap SDGs
Antusiasme peserta terhadap rangkaian kegiatan TROFIA 2026 tercermin dari tanggapan yang disampaikan oleh Mohamad Nor Azzimi bin Soheidein dari Universiti Malaya. Ia menyampaikan apresiasinya atas kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan akademisi dan mahasiswa dari berbagai institusi, serta menilai bahwa kegiatan ini membuka ruang kolaborasi yang nyata dalam pengembangan riset dan inovasi akuakultur tropis. Menurutnya, kombinasi kuliah internasional, pertukaran gagasan, dan interaksi lintas budaya menjadikan TROFIA 2026 sebagai pengalaman akademik yang bermakna sekaligus memperluas jejaring profesional.
Secara keseluruhan, rangkaian TROFIA 2026 mencerminkan kontribusi nyata terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 13 (Climate Action) melalui aksi rehabilitasi mangrove dan peningkatan kesadaran lingkungan, serta SDGs 14 (Life Below Water) melalui edukasi dan praktik pelestarian ekosistem pesisir. Selain itu, kolaborasi lintas negara yang terbangun selama program berlangsung merupakan implementasi konkret SDGs 17 (Partnerships for The Goals), yang menekankan pentingnya kemitraan global dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di sektor perikanan dan kelautan.
Melalui penutupan yang sarat makna ini, FPK UNAIR kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen pada kolaborasi internasional, penguatan jejaring akademik, dan pembangunan berkelanjutan berbasis ilmu pengetahuan.
Penulis : Alejandro Ahmad Zuhayr
Editor : TPA






