FAKULTAS PERIKANAN DAN KELAUTAN

Kultam UiTM - Dr Rania

Kuliah Tamu UiTM Perkuat Pemahaman Biosekuriti Mahasiswa Akuakultur

3 minutes read
328 Views count

SURABAYA – Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali memperkuat pembelajaran internasional bagi mahasiswa. Pada Senin (24/8/2026), FPK UNAIR menggelar kuliah tamu bersama Universiti Teknologi MARA (UiTM) dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).

Kegiatan tersebut menghadirkan Dr. Sharifah Raina binti Manaf. Ia merupakan Pensyarah Kanan Fakulti Perladangan dan Agroteknologi, UiTM Kampus Mukah, Sarawak, Malaysia. Pada kesempatan tersebut, ia memberikan materi kepada mahasiswa tahun pertama Program Studi Akuakultur FPK UNAIR.

Kuliah tamu mengangkat tema “Biosecurity Strategies for Preventing Disease Outbreaks in Intensive Aquaculture”. Melalui materi tersebut, mahasiswa mempelajari strategi biosekuriti untuk mencegah penyakit dalam sistem budidaya intensif.

Memahami Pentingnya Biosekuriti

Kultam UiTM - Dr Rania
Kultam UiTM – Dr Rania

Dalam pemaparannya, Dr. Sharifah Raina menjelaskan peran biosekuriti dalam menjaga kesehatan organisme budidaya. Menurutnya, pembudidaya perlu mengutamakan pencegahan sebelum penyakit berkembang menjadi wabah.

Selain itu, mahasiswa mempelajari beberapa langkah utama dalam penerapan biosekuriti. Langkah tersebut meliputi pengelolaan kualitas air, pengawasan pergerakan organisme dan manusia, sanitasi peralatan, serta pemantauan kesehatan organisme.

Kemudian, Dr. Sharifah Raina menekankan pentingnya deteksi dini. Oleh karena itu, pembudidaya perlu memantau kondisi organisme secara rutin. Dengan cara tersebut, mereka dapat menemukan gejala penyakit lebih cepat dan mengambil tindakan yang tepat.

Mengenal Five Golden Rules in Biosecurity

Selanjutnya, sesi kuliah berlangsung interaktif melalui diskusi dan tanya jawab. Salah satu pertanyaan datang dari Samir, mahasiswa baru Program Studi Akuakultur. Ia menanyakan langkah yang perlu dilakukan ketika benih baru tiba di lokasi budidaya.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Dr. Sharifah Raina memperkenalkan Five Golden Rules in Biosecurity. Prinsip ini terdiri atas Know, Separate, Control, Detect, dan Act.

Pertama, Know berarti mengenali asal dan kondisi kesehatan benih. Selanjutnya, Separate berarti memisahkan benih baru dari stok yang sudah ada. Kemudian, Control berfokus pada pengendalian air, tenaga kerja, dan peralatan.

Berikutnya, Detect menekankan pemantauan kesehatan organisme secara rutin. Sementara itu, Act berarti mengambil tindakan cepat ketika muncul indikasi penyakit. Dengan demikian, kelima prinsip tersebut membantu pembudidaya mengurangi peluang masuk dan menyebarnya penyakit.

“Apabila benih baru tiba di tempat penternakan, kita perlu mengetahui dahulu asal-usul dan keadaan kesihatannya. Jangan terus mencampurkannya dengan stok sedia ada, tetapi asingkan dan pantau terlebih dahulu supaya sebarang risiko penyakit dapat dikesan lebih awal,” jelas Dr. Sharifah Raina.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai penerapan biosekuriti sekaligus perspektif akademik internasional. Selain memperkuat pembelajaran, kegiatan tersebut mendukung SDGs 4 (Quality Education) melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman akademik lintas negara.

Di sisi lain, kolaborasi FPK UNAIR dengan UiTM dan UKM mendukung SDGs 17 (Partnerships for the Goals). Melalui kerja sama tersebut, ketiga institusi dapat memperluas jejaring dalam bidang pendidikan, riset, serta pengembangan ilmu perikanan dan kelautan.

 

Penulis : Alejandro Ahmad Zuhayr

Editor : TPA

Rated 5 out of 5