Pada 2 Juni 2025, area Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK UNAIR) menjadi “panggung” inovasi berbasis sumber daya hayati akuatik. Mahasiswa semester 6 Program Studi Teknologi Hasil Perikananmenampilkan beragam produk inovatif hasil praktikum mandiri mata kuliah Bioteknologi Mikro dan Makroalga, yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga diarahkan sebagai model pendampingan pembuatan produk perikanan bernilai ekonomi yang dapat diaplikasikan oleh masyarakat luas.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk mengembangkan produk berbasis mikroalga dan makroalga yang memiliki kualitas, keamanan, dan potensi pasar. Berbagai inovasi dipamerkan dalam expo sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran, sekaligus simulasi awal pengembangan usaha. Pendekatan ini sejalan dengan SDGs No. 1: Tanpa Kemiskinan, khususnya dalam membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya perairan yang mudah dibudidayakan dan ramah lingkungan.
Beberapa produk yang menjadi sorotan antara lain hidrogel berbasis ekstrak alginat, sunscreen alami dari Spirulina, serta produk pangan olahan seperti sosis ikan patin yang dikombinasikan dengan teknologi hasil perikanan. Hidrogel alginat menunjukkan potensi sebagai bahan baku industri medis dan kosmetik yang berkelanjutan, sementara sunscreen berbasis Spirulina menawarkan alternatif produk perawatan kulit yang aman bagi manusia dan lingkungan laut. Di sisi pangan, sosis patin menjadi contoh konkret bagaimana bioteknologi dapat meningkatkan nilai tambah ikan lokal menjadi produk siap jual.
Kegiatan expo ini tidak sekadar pameran hasil praktikum, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran dan pendampingan awal dalam merancang produk yang aplikatif, ekonomis, dan berorientasi pasar. Model pembelajaran ini diharapkan dapat direplikasi dalam program pengabdian kepada masyarakat, khususnya untuk mendampingi komunitas pesisir, UMKM, dan pembudidaya alga dalam mengolah mikroalga dan makroalga menjadi produk unggulan.
Melalui pendekatan bioteknologi yang sederhana dan adaptif, mahasiswa FPK UNAIR menunjukkan bahwa inovasi kampus dapat menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat. Dengan memanfaatkan potensi alga sebagai komoditas bernilai tinggi, kegiatan ini turut berkontribusi dalam menciptakan peluang usaha baru, meningkatkan kemandirian ekonomi, serta mendukung pembangunan perikanan yang inklusif dan berkelanjutan.



