Surabaya – Hari pertama Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR) diisi dengan materi bertajuk Sejarah, Prestasi, dan Proyeksi Fakultas pada Rabu (5/8/2026). Melalui sesi ini, mahasiswa baru diajak memahami perjalanan panjang FPK UNAIR, berbagai capaian yang telah diraih, serta arah pengembangan fakultas di masa depan sebagai bekal awal menempuh pendidikan tinggi. Materi tersebut merupakan bagian dari rangkaian PKKMB 2026 UNAIR. Sesi ini dilaksanakan secara paralel di setiap lantai gedung. Setiap lantai diisi oleh satu narasumber, yakni Prof. Dr. Sri Subekti, drh., DEA., Prof. Dr. Gunanti Mahasri, Ir., M.Si., dan Prof. Dr. Ir. Kismiyati, M.Si.
Mengenal Akar Sejarah dan Perkembangan Fakultas
Dalam pemaparannya, para narasumber menjelaskan bahwa perjalanan FPK UNAIR dimulai dari Program Studi S1 Budidaya Perairan yang sebelumnya berada di bawah Fakultas Kedokteran Hewan sebelum berdiri sebagai Fakultas Perikanan dan Kelautan pada tahun 2008. Seiring perkembangan kebutuhan pendidikan tinggi, program studi terus mengalami transformasi, termasuk perubahan nama menjadi S1 Akuakultur dan lahirnya Program Studi S1 Teknologi Hasil Perikanan, hingga pengembangan program magister yang semakin memperkuat kapasitas akademik fakultas.
Mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan perjalanan kepemimpinan fakultas dari masa ke masa yang menjadi bagian penting dalam membangun budaya akademik, tata kelola, serta arah pengembangan institusi hingga memasuki periode kepemimpinan saat ini.
Prestasi Menjadi Fondasi Pengembangan Mahasiswa
Selain sejarah, mahasiswa baru diajak mengenal berbagai pencapaian yang telah diraih FPK UNAIR. Fakultas saat ini memiliki empat program studi yang terus berkembang, dengan tiga program studi telah memperoleh akreditasi internasional dari Accreditation in Engineering, Computer Sciences, Natural Sciences and Mathematics (ASIIN). Berbagai capaian tersebut didukung oleh jejaring kerja sama internasional yang luas, termasuk penyelenggaraan program double degree, sehingga membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengikuti pertukaran pelajar, penelitian kolaboratif, hingga praktik kerja lapang bertaraf internasional.
Tidak hanya itu, FPK UNAIR juga secara konsisten menyelenggarakan dua konferensi internasional, yakni International Conference on Fisheries and Marine Sciences (INCOFIMS) dan International Conference on Biotechnology and Food Sciences (INCOBIFS). Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk berbagi hasil riset, memperluas jejaring akademik, serta memperkuat kolaborasi internasional di bidang perikanan, kelautan, bioteknologi, dan ilmu pangan.
Menyiapkan Generasi Masa Depan Perikanan dan Kelautan
Melalui materi ini, mahasiswa baru tidak hanya mengenal sejarah berdirinya FPK UNAIR, tetapi juga memahami bahwa mereka menjadi bagian dari institusi yang terus berkembang dan berkomitmen menghasilkan sumber daya manusia unggul di bidang perikanan dan kelautan. Bekal tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap almamater sekaligus memotivasi mahasiswa untuk berkontribusi dalam melanjutkan prestasi dan inovasi FPK UNAIR di masa mendatang. Semangat tersebut sejalan dengan komitmen FPK UNAIR dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi yang berkualitas, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui penguatan riset, inovasi, dan pengembangan teknologi di bidang perikanan dan kelautan, SDG 14 (Life Below Water) melalui upaya mencetak lulusan yang berkontribusi terhadap pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kolaborasi akademik dan penelitian dengan berbagai institusi nasional maupun internasional.
Penulis : Fahmi Bayhaqi
Penyunting : Terry Previo Avianto




