Rangkaian Join International Class (JIC) 2026 Universitas Airlangga kembali menghadirkan pembelajaran mengenai perkembangan teknologi di bidang perikanan dan kelautan. Pada Rabu, 12 Agustus 2026, peserta mengikuti materi “Non-Destructive Testing in Fisheries Products” yang disampaikan oleh Terry Previo Avianto, S.Pi., M.Si., di Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) UNAIR. Materi ini memperkenalkan perkembangan food instrumentation dan penerapan teknologi pengujian produk pangan, khususnya produk perikanan, dalam mendukung keamanan, kualitas, dan daya saing produk.
Perkembangan industri produk perikanan meningkatkan kebutuhan terhadap sistem pengujian yang mampu menjamin keamanan dan kualitas pangan. Konsumen semakin memperhatikan keamanan pangan, sementara produk perikanan Indonesia terus berkembang menuju pasar global dengan penerapan standar seperti Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP). Kondisi tersebut menjadikan teknologi pengujian pangan semakin penting untuk mendukung kepatuhan terhadap regulasi dan menjaga kepercayaan konsumen.

Selama ini, pengujian laboratorium menjadi salah satu pendekatan utama untuk memastikan kualitas produk. Namun, metode tersebut memiliki keterbatasan karena membutuhkan biaya tinggi, peralatan khusus, tenaga terspesialisasi, serta waktu pengujian yang relatif lama. Dalam praktik yang dipaparkan, proses pengujian sampel dapat berlangsung selama dua hingga tiga hari sebelum hasil diperoleh.
Sebagai alternatif, Non-Destructive Testing (NDT) diperkenalkan sebagai rangkaian teknik analisis dan teknologi sensor yang dapat mengevaluasi sifat fisik, kimia, struktural, maupun biologis produk pangan tanpa mengubah atau merusak sampel. Pendekatan ini memungkinkan pemeriksaan dilakukan secara lebih luas dan berkelanjutan pada lini produksi.
Beliau juga menjelaskan arah pengembangan penelitian NDT, mulai dari pembuktian konsep melalui perbandingan dengan metode laboratorium sebagai gold standard, pengembangan perangkat untuk kebutuhan industri, hingga pengujian penerapannya pada skala laboratorium maupun pilot scale.
Melalui materi tersebut, peserta JIC 2026 memperoleh wawasan mengenai bagaimana inovasi teknologi dapat menjawab kebutuhan industri perikanan sekaligus meningkatkan efisiensi proses pengujian. Pembelajaran ini menjadi bagian dari komitmen FPK UNAIR dalam menghadirkan pendidikan berkualitas (SDGs 4) serta memperkuat kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs 17) melalui pembelajaran dan pertukaran pengetahuan dalam konteks internasional.
Penulis : Alejandro Ahmad Zuhayr
Editor : TPA





