Surabaya – Kemampuan mengelola organisasi dan kepanitiaan menjadi salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki mahasiswa untuk mendukung efektivitas pelaksanaan program kerja. Melalui LKMM-TD 2026, Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga menghadirkan materi “Pengorganisasian Kegiatan/Kepanitiaan” yang disampaikan oleh Syifania Hanifah Samara, S.Pi., M.Sc.
Dalam pemaparannya, Syifania menjelaskan bahwa pengorganisasian merupakan proses merancang struktur organisasi, membagi tugas, serta mengatur hubungan kerja antaranggota agar tujuan organisasi dapat tercapai secara efektif dan efisien.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan suatu organisasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari strategi organisasi, teknologi yang digunakan, sumber daya manusia yang dimiliki, hingga ukuran organisasi itu sendiri. Oleh karena itu, setiap organisasi memerlukan struktur yang jelas agar setiap individu memahami peran dan tanggung jawabnya.
Pentingnya Struktur dan Koordinasi
Peserta diperkenalkan pada berbagai unsur penting dalam pengorganisasian, seperti spesialisasi pekerjaan, standarisasi kegiatan, koordinasi antarunit kerja, hingga pola pengambilan keputusan yang dapat bersifat sentralisasi maupun desentralisasi.
Selain itu, mahasiswa juga mempelajari konsep departementalisasi, yaitu pengelompokan aktivitas organisasi berdasarkan fungsi, produk, wilayah, layanan, maupun proses kerja tertentu. Konsep ini menjadi dasar dalam menyusun struktur kepanitiaan yang efektif.
“Organisasi yang baik tidak dibangun oleh individu yang hebat saja, tetapi oleh sistem kerja yang jelas, pembagian tugas yang tepat, dan koordinasi yang berjalan secara konsisten,” ujar Syifania.
Menjadi Panitia yang Profesional
Dalam sesi ini, peserta juga diajak memahami berbagai kelebihan dan tantangan yang muncul dalam proses pengorganisasian. Di satu sisi, organisasi yang terstruktur mampu meningkatkan kreativitas, produktivitas, dan kualitas keputusan. Namun di sisi lain, organisasi juga berpotensi menghadapi tantangan berupa konflik internal, proses birokrasi yang lebih panjang, hingga ketergantungan antarbagian.
Melalui materi ini, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan prinsip-prinsip pengorganisasian yang baik dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan sehingga dapat menghasilkan program kerja yang lebih terencana, efektif, dan berdampak positif.
Materi ini mendukung SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kapasitas manajerial mahasiswa serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui pengembangan kemampuan kolaborasi dan koordinasi dalam organisasi.
Penulis : Farrel Bhanu Mahardhika
Penyunting : TPA



