Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

Mahasiswa UNAIR Raih Silver Medal IID 2025 lewat Aplikasi SEAL sebagai Action Plan Climate Change Berbasis Edukasi dan Aksi Laut

Bagikan

Jakarta, 14 September 2025 — Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional dengan meraih Silver Medal pada ajang Indonesia Inventors Day (IID) 2025 yang diselenggarakan di SMESCO Hall, Jakarta, pada 11–14 September 2025. Kompetisi internasional ini diikuti oleh 1.180 peserta dari 42 negara, termasuk Rumania, Thailand, Korea Selatan, hingga Polandia.

Dalam ajang tersebut, tim UNAIR memperkenalkan inovasi bertajuk “SEAL: Development of the AI-Integrated Sea Learning Adventure Application Engagement for Action and Learning in Ocean Conservation through the Pancasila Student Profile Project.” Inovasi ini dirancang sebagai rencana aksi (action plan) konkret dalam menghadapi perubahan iklim, khususnya yang berdampak pada ekosistem laut dan pesisir.

SEAL (Sea Learning Adventure) merupakan aplikasi pembelajaran berbasis Artificial Intelligence (AI) yang mengintegrasikan edukasi digital dengan aksi nyata mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Aplikasi ini dikemas dalam bentuk edutainment interaktif yang memungkinkan pelajar memahami isu perubahan iklim, degradasi ekosistem laut, dan krisis lingkungan melalui permainan edukatif, simulasi digital, serta misi lapangan berbasis aksi.

Sebagai bagian dari SDGs 13: Climate Action, SEAL mendorong pengguna untuk terlibat langsung dalam berbagai kegiatan nyata seperti aksi bersih pantai (beach clean-up), penanaman dan perawatan terumbu karang (coral gardening), pengurangan jejak karbon berbasis perilaku, serta partisipasi dalam citizen science untuk pemantauan kondisi lingkungan laut. Dengan pendekatan ini, SEAL tidak hanya meningkatkan kesadaran, tetapi juga membangun kapasitas generasi muda dalam merespons dampak perubahan iklim secara aktif dan terukur.

Keunggulan utama SEAL terletak pada integrasinya dengan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, yang menekankan pembelajaran berbasis proyek, kolaborasi, dan kepedulian lingkungan. Melalui proyek-proyek aksi iklim yang dirancang dalam aplikasi, peserta didik dilatih untuk berpikir kritis, bekerja sama, dan mengambil peran sebagai agen perubahan iklim sejak usia dini.

Selain mendukung SDGs 13 (Climate Action), inovasi SEAL juga berkontribusi pada SDGs 4 (Quality Education)melalui peningkatan kualitas pembelajaran berbasis teknologi, serta SDGs 14 (Life Below Water) melalui aksi nyata perlindungan ekosistem laut sebagai salah satu benteng utama mitigasi perubahan iklim global.

Tim pengembang SEAL terdiri dari mahasiswa lintas disiplin Universitas Airlangga, yaitu Andini Ariani Carolina dan Alfito Putra Ginarta (Teknologi Hasil Perikanan), Dionisius Jeconia Soerjanto dan Ishak Vransisco Waraney Goklas Pandjaitan (Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan), Muhammad Adrian Wirakusumah (Sistem Informasi), serta Alifah Rahmah (Rekayasa Nanoteknologi). Tim ini juga berkolaborasi dengan Farrel Bhanu Mahardhika dari Institut Teknologi Kalimantan, mencerminkan semangat kolaborasi lintas keilmuan dalam merespons isu perubahan iklim.

Menghadapi persaingan ketat dari inovator berbagai negara, tim UNAIR berhasil meraih Silver Medal pada kategori Information, Communication, and Technology/IoT and Apps/Educational and Teaching Tools Materials. Prestasi ini menegaskan peran aktif mahasiswa Universitas Airlangga dalam menghadirkan solusi inovatif berbasis teknologi sebagai action plan perubahan iklim, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi Indonesia dalam pencapaian SDGs 13 di tingkat global.

Rated 5 out of 5