FAKULTAS PERIKANAN DAN KELAUTAN

Potensi Lobster Air Tawar: Udang Hias dan Konsumsi Berharga Tinggi

2 minutes read
338 Views count

Lobster air tawar, khususnya jenis Cherax quadricarinatus, telah menjadi komoditas perikanan yang menarik bagi petani ikan di Indonesia sejak awal tahun 2000. Lobster ini tidak hanya diminati sebagai udang hias karena sifat fisiknya yang menarik, tetapi juga sebagai udang konsumsi yang memiliki nilai jual tinggi.

Praktek Kerja Lapang (PKL) dilakukan di budidaya koi dan lobster milik Bapak Santoso, Desa Beru, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, dari 1 hingga 30 Agustus 2005. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperoleh pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan dalam budidaya lobster air tawar serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi.

Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode deskriptif dengan mengambil data primer dan sekunder melalui partisipasi aktif, observasi, wawancara, dan studi pustaka. Induk lobster yang digunakan dalam pemijahan memiliki usia lebih dari 6 bulan, panjang tubuh sekitar 20 cm, dengan berat antara 80-100 gram. Pemijahan dilakukan secara alami dengan teknik pemijahan massal, di mana perbandingan jantan dan betina adalah 3:5.

Pakan yang diberikan kepada benih lobster berupa cacing sutra (Tubifex sp.), diberikan dua kali sehari. Selama kegiatan pembenihan, belum ditemukan hama atau penyakit yang signifikan, namun salah satu masalah yang dihadapi adalah tingginya tingkat kanibalisme pada benih, yang menyebabkan kematian.

Proses pemasaran dilakukan secara langsung dengan konsumen yang datang langsung ke lokasi budidaya. Untuk mengatasi hambatan tersebut, rekomendasi untuk pengembangan usaha termasuk penambahan lahan dan tenaga kerja tetap guna memenuhi permintaan benih yang tinggi.

Rated 5 out of 5