ANGGUN NURANI CITROWATI
Dosen Pembimbing Dr. Endang Dewi Masithah, Ir., MP.
Gurita merupakan salah satu komoditas perikanan Indonesia yang banyak diminati oleh konsumen dalam negeri maupun luar negeri dengan nilai ekonomis tinggi. Gurita juga memiliki beberapa keuntungan yaitu kandungan nutrisi yang tinggi dan bagian tubuh yang dapat dimakan lebih banyak dibandingkan dengan bahan baku perikanan lain. Indonesia pernah menjadi salah satu negara pengekspor gurita terbesar di dunia dengan negara tujuan ekspor Jepang, Amerika Serikat, Korea Selatan, Taiwan dan Hongkong. Harga gurita yang diekspor dapat menjadi lebih tinggi ketika gurita telah diolah menjadi produk siap masak, misalnya dalam bentuk boiled cut octopus. Pengolahan dan quality control yang tepat perlu dilakukan untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan menjamin keamanan pangan. Untuk itu, dilakukan Praktek Kerja Lapangan yang bertujuan untuk mempelajari proses produksi dan quality control yang diterapkan pada produk boiled cut octopus.
Praktek Kerja Lapangan ini dilaksanakan di PT Istana Cipta Sembada, Desa Laban Asem, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur pada tanggal 12 Januari – 20 Februari 2015. Metode kerja yang digunakan pada Praktek Kerja Lapangan ini adalah menggunakan metode deskriptif dengan melakukan pengambilan data primer yang meliputi observasi, wawancara,dan partisipasi aktif di lapangan serta pengambilan data sekunder yang dilakukan dengan mengumpulkan data eksternal dan studi pustaka.
PT Istana Cipta Sembada adalah perusahaan pengolah hasil perikanan yang telah melakukan ekspor sejak tahun 1987 dan telah lolos berbagai macam sertifikasi nasional dan internasional. Boiled cut octopus merupakan salah satu produk yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut yaitu berupa gurita yang telah dihilangkan organ dalamnya, dimasak dan dipotong dengan berbagai macam ukuran kemudian dibekukan menggunakan Individual quick freezing (IQF). Pengolahan Boiled cut octopusterdiri dari 13 tahap yaitu penerimaan bahan baku, penyiangan, pemotongan kaki dan kepala, perendaman dalam food additive, perebusan, pendinginan, pemotongan boiled cut, sortasi final, pembekuan, pengemasan dalam polybag, deteksi logam, pengemasan dalam karton dan penyimpanan beku. Quality control (QC) pada produksi boiled cut octopus terbagi menjadi tiga bagian yaitu QC penerimaan bahan baku, QC produksi dan QC produk akhir. QC pada penerimaan bahan baku meliputi pengujian kesegaran, mikrobiologi, kimia dan penimbunan bahan baku gurita. QC produksi meliputi proses penyiangan, pemotongan lengan dan kepala, soaking, perebusan, cooling, pemotongan boiled cut, sortasi final dan pembekuan. QC produk akhir meliputi pengemasan dalam polybag, deteksi logam, pengemasan dalam master carton, penyimpanan dalam cold storage, pengawasan mutu produk akhir dan pengujian mikrobiologi produk akhir. Melalui analisis hasil pengamatan yang dibandingkan dengan studi pustaka, proses produksi dan penerapan quality control pada produksi boiled cut octopus di PT Istana Cipta Sembada telah sesuai dengan standar baik standar nasional maupun internasional.
Informasi lebih lengkap terkait informasi kegiatan Praktek Kerja Lapang dari topik ini, dapat berkunjung di Ruang Baca FPK Unair untuk memanfaatkan koleksi yang ada.






