Budidaya ikan kerapu macan memiliki nilai ekonomis yang tinggi, menjadikannya salah satu pilihan utama bagi para pembudidaya ikan konsumsi. Namun, keberhasilan budidaya ini sangat bergantung pada ketersediaan benih yang dihasilkan dari pemeliharaan larva yang baik.
PT. Kelola Benih Unggul di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menjadi salah satu pusat pembelajaran melalui Praktek Kerja Lapang (PKL) yang dilaksanakan dari 21 Juli hingga 21 September 2007. Tujuannya adalah untuk mendapatkan pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan dalam pemeliharaan larva ikan kerapu macan serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi.
Pengambilan data dilakukan dengan partisipasi aktif, observasi, wawancara, dan studi pustaka. Kegiatan dimulai dari persiapan bak pemeliharaan, penebaran telur, hingga tahap pemeliharaan larva. Salah satu masalah yang dihadapi adalah kurangnya pasokan pakan berupa rebon, yang dapat mengganggu produksi.
Dalam satu tahun, dengan lima kali siklus produksi, biaya yang diperlukan mencapai Rp. 361.770.000,00. Dari hasil produksi ini, keuntungan yang diperoleh mencapai Rp. 953.980.000,00. Angka ini menunjukkan bahwa meski menghadapi beberapa tantangan, budidaya ikan kerapu macan memiliki potensi keuntungan yang besar.
Manajemen yang baik dan solusi terhadap hambatan yang ada akan memastikan keberhasilan budidaya ikan kerapu macan, memberikan keuntungan yang signifikan bagi para pembudidaya.











