Kondisi pendidikan bagi anak pesisir secara umum perlu mendapat banyak perhatian, terutama terkait pola hidup bersih. Hal ini penting karena kerusakan di area pesisir akan berdampak serius bagi kesehatan dan keberlangsungan hidup masyarakat secara keseluruhan. Di bawah bimbingan dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan Unair (Ayu Lana Nafisyah, Ph.D.), lima mahasiswa (Rizki Firmansyah, Putri Mardhotillah, Heri Prasetyoning Tias, Mariella Idelia Brianti, dan Amelia Dwi Sulistyani) melakukan proyek penerapan hidup bersih dan Gemarikan bagi anak pesisir di Surabaya pada tanggal 6 Mei hingga 13 Mei 2023.
Beberapa kegiatan yang dilaksanakan termasuk Gerakan Cuci Tangan dengan benar, Gerakan Makan Ikan, dan Gerakan Pemilahan Sampah. Terdapat sekitar 25 anak pesisir kawasan Kenjeran Surabaya berusia 5-14 tahun yang mengikuti kegiatan sejak awal hingga akhir. Gerakan cuci tangan merupakan bagian dari pola hidup sehat yang perlu dikenalkan sejak dini pada anak-anak termasuk anak pesisir. Kegiatan ini meliputi enam langkah sesuai ketentuan WHO. Sedangkan kegiatan pengenalan Gerakan Makan Ikan dan Gerakan Pemilahan Sampah dilakukan melalui beberapa strategi termasuk permainan untuk meningkatkan kesadaran anak pesisir akan pentingnya makan beberapa jenis ikan dan pentingnya melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik.





