FAKULTAS PERIKANAN DAN KELAUTAN

INCOBIFS 2026 - Assoc. Prof. Dr. Ulfah Nurul Karim

Dr. Ulfah Nurul Karim: Inovasi Film Biopolimer Berkelanjutan untuk Menjaga Mutu Udang Vaname

3 minutes read
57 Views count

Surabaya – Assoc. Prof. Dr. Ulfah Nurul Karim memperkenalkan inovasi film komposit berbasis biopolimer untuk mendukung keamanan dan menjaga mutu udang vaname (Litopenaeus vannamei) selama penyimpanan dingin. Ia menyampaikan inovasi tersebut sebagai salah satu invited speaker dalam International Conference on Biotechnology and Food Sciences (INCOBIFS) yang digelar Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR), Kamis (3/9/2026).

Dalam presentasinya yang bertajuk “Sustainable Biopolymer Composite Films for Seafood Preservation: Enhancing the Safety and Quality of Chilled Whiteleg Shrimp (Litopenaeus vannamei),” Assoc. Prof. Dr. Ulfah membahas potensi material berkelanjutan sebagai bagian dari strategi pengawetan produk perikanan.

“The future of seafood preservation is not simply about extending shelf life, but about designing sustainable materials that actively protect food quality, safety, and the environment at the same time,” ujar Assoc. Prof. Dr. Ulfah.

Menjawab Tantangan Mutu Produk Perikanan

Udang memiliki kandungan air tinggi dan rentan mengalami penurunan mutu setelah panen. Aktivitas enzim, oksidasi lipid, serta pertumbuhan mikroorganisme turut mempercepat perubahan kualitas produk selama penyimpanan.

Karena itu, industri tidak hanya mengandalkan suhu rendah untuk menjaga kualitas produk. Para peneliti juga terus mengembangkan teknologi pengawetan yang dapat bekerja bersama sistem rantai dingin.

Melalui penelitiannya, Assoc. Prof. Dr. Ulfah mengembangkan film komposit berbasis biopolimer sebagai bagian dari pendekatan active packaging. Teknologi ini memungkinkan kemasan tidak hanya berfungsi sebagai pelindung pasif, tetapi juga mendukung pemeliharaan keamanan dan kualitas pangan.

Biopolimer sebagai Alternatif Kemasan Berkelanjutan

Biopolimer menawarkan peluang untuk mengurangi ketergantungan industri terhadap plastik konvensional. Selain berasal dari sumber daya biologis, material ini juga dapat membentuk struktur film yang sesuai untuk kebutuhan kemasan pangan.

Namun, setiap jenis biopolimer memiliki karakteristik berbeda. Oleh sebab itu, peneliti menggabungkan beberapa material dalam bentuk komposit untuk memperoleh sifat fisik dan fungsional yang lebih optimal.

Pendekatan tersebut sejalan dengan SDGs 12 (Responsible Consumption and Production). Pengembangan material alternatif dapat mendorong sistem produksi dan konsumsi yang lebih bertanggung jawab sekaligus mendukung pengurangan limbah kemasan.

Menjaga Udang dan Lingkungan Perairan

Dalam aplikasinya, peneliti menguji kemampuan film komposit dalam mempertahankan kualitas udang vaname selama penyimpanan dingin. Mereka mengamati berbagai parameter, mulai dari kondisi mikrobiologis dan kimia hingga karakteristik fisik dan sensori produk.

Selain menjaga mutu pangan, inovasi kemasan berkelanjutan juga berkaitan dengan SDGs 14 (Life Below Water). Pengurangan penggunaan material yang berpotensi menjadi limbah dapat mendukung upaya menjaga keberlanjutan lingkungan perairan.

Kolaborasi untuk Inovasi Masa Depan

INCOBIFS 2026 - Assoc. Prof. Dr. Ulfah Nurul Karim
INCOBIFS 2026 – Assoc. Prof. Dr. Ulfah Nurul Karim

Lebih lanjut, kehadiran Assoc. Prof. Dr. Ulfah dalam INCOBIFS 2026 memperkuat pertukaran pengetahuan di bidang bioteknologi, pangan, dan hasil perikanan. Forum internasional tersebut membuka ruang kolaborasi antara akademisi dan peneliti dalam mengembangkan solusi bagi tantangan industri pangan masa depan.

Semangat tersebut selaras dengan SDGs 17 (Partnerships for the Goals). Melalui kolaborasi dan pertukaran gagasan lintas negara, inovasi film biopolimer berpotensi mendukung industri pangan laut yang lebih aman, berkualitas, dan berkelanjutan.

Penulis : Alejandro Ahmad Zuhayr

Editor : TPA

Rated 5 out of 5