Dalam upaya konservasi dan perlindungan kawasan mangrove, edukasi terkait mangrove adalah suatu hal yang penting untuk disalurkan kepada wisatawan. Penting untuk masyarakat agar mengetahui seputar kerusakan mangrove serta dampak yang terjadi apabila kerusakan itu terjadi. Kawasan mangrove rentan terhadap kerusakan secara alami maupun melalui aktivitas masyarakat sekitar. Umumnya, kerusakan mangrove akibat ulah manusia memiliki dampak yang lebih besar. Contoh dari kerusakan alami adalah seperti adanya angin topan atau badai dan iklim kering berkepanjangan. Kerusakan akibat ulah manusia seringkali disebabkan oleh aktivitas manusia di sekitar habitat mangrove, sehingga terjadi perubahan karakteristik hutan mangrove yang berdampak pada ketidaksesuaian terhadap perkembangan fauna dan flora hutan mangrove. Kerusakan akibat manusia seperti pemanfaatan kayu untuk berbagai keperluan, seperti membuat tambak hingga pemukiman. Seperti halnya yang terjadi di kawasan mangrove Wonorejo Surabaya.
Oleh sebab itu, proyek pengembangan sarana dan prasarana edukasi di kawasan Wonorejo dilakukan oleh lima mahasiswa pada Februari 2023 yaitu Ulyatun Nisa Alfarisi, Amanda Dwi Nur Cahyono, Azra Batrisyia Syalabiah, Favian Aryasatya R, Samikhah Ainy. Di bawah bimbingan Ibu Ayu Lana Nafisyah, lima mahasiswa tersebut melakukan aksi pengembangan melalui pembuatan banner edukasi serta stiker yang dibagikan pada beberapa pengunjung, sehingga pengunjung tidak hanya menikmati wisata mangrove saja namun juga mendapatkan edukasi selama berwisata.
Desain stiker yang dibagikan kepada pengunjung Ekowisata Mangrove Wonorejo





