Ikan Koi, dengan keindahan warna dan gerakannya, telah lama menjadi favorit di kalangan pecinta ikan hias. Praktek Kerja Lapang (PKL) di Balai Induk Udang Galah (BIUG) Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, bertujuan untuk mempelajari manajemen pakan dan pengaruhnya terhadap perubahan warna ikan Koi.
Metode deskriptif digunakan dalam PKL ini, dengan pengumpulan data primer dan sekunder melalui partisipasi aktif, observasi, wawancara, dan studi pustaka. Pakan pellet diberikan setiap pagi dan sore, dengan dosis yang meningkat dari 12,2 gram pada minggu pertama hingga 19,2 gram pada minggu keempat. Pakan disebar merata di atas permukaan air.
Pengamatan menunjukkan bahwa ikan Koi jenis Taiso sanke, Kohaku, dan Tancho mengalami perubahan warna merah yang lebih tajam. Namun, ikan Koi dengan warna putih, kuning, dan hitam kurang menunjukkan perubahan berarti, kecuali jenis Taisho sanke yang menunjukkan perubahan warna hitam. Kualitas air dengan oksigen terlarut 4-5 ppm, pH 6,8-8, dan suhu 27-30°C sangat berpengaruh pada kesehatan ikan.
Aquarium berukuran 50×110 cm dengan penggantian air 50% setiap dua hari sekali digunakan untuk pemeliharaan. Nutrisi pakan yang cukup sangat penting untuk pembentukan warna, sementara nutrisi yang kurang dapat menghambat perubahan warna.











