Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

WEBINAR FPK UNAIR: STRATEGI PENGUSAHA PERIKANAN DI MASA PANDEMI COVID-19

Bagikan

Berita FPK – Pandemi covid-19 yang terjadi sejak akhir tahun 2019 sangat berdampak besar bagi kehidupan seluruh umat manusia di dunia. Dampak sosial ekonomi sangat dirasakan pada berbagai sektor termasuk sektor perikanan. Pengaruh yang dirasakan pada sektor perikanan antara lain adalah daya beli terhadap produk perikanan yang turun sehingga berdampak pada kestabilan harga produk. Hal inilah yang menjadi dilema bagi pelaku usaha sektor perikanan, sehingga perlu strategi agar bisa bertahan menghadapi hal tersebut.

Menghadapi permasalahan ini, Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga mengadakan Webinar bertajuk “ Strategi Pengusaha Perikanan di Masa Pandemi Covid-19”. Acara diselenggarakan melalui media daring Zoom dan streaming youtube pada hari Sabtu tanggal 30 Mei 2020 pukul 10.00-12.00 WIB. Webinar ini menghadirkan empat orang pembicara berlatar belakang akademisi dan pengusaha. Keempat pembicara tersebut adalah Dr. Gunanti Mahasri, Ir., M.Si. (Dosen FPK UNAIR); Royce Xavier, B.CM (CEO PT Nagrofa Aqua ua Kultura); Hamzah Moch Baabud, ST. (CEO PT Kappa Carageenan); Lukman Raya, S.Pi (Manager Aquaculture PT Issu Medika Veterindo).

Acara webinar dibuka oleh host Rozi, S.Pi., M.Biotech; kemudian dilanjutkan oleh sambutan Dekan Fakultas Perikanan dan Kelautan UNAIR Prof. Dr. Mirni Lamid, M.P., drh.  Acara webinar yang dimoderatori oleh Daruti Dinda Nindarwi, S.Pi., M.P. ini dihadiri oleh 145 orang peserta dari berbagai instasi negeri dan swasta di Indonesia baik mahasiswa, akademisi, birokrat, dan praktisi perikanan. Keempat pembicara berbagi pengalaman dan membahas strategi usaha yang dilakukan semasa pandemi covid-19 dari kacamata masing-masing bidang usaha.

Dr. Gunanti menekankan optimalisasi dan pengembangan teknologi serta inovasi produk antara lain: penerapan imunostimulan,vaksin, probiotik, teknologi nanobubble, RAS (Recirculating Aquaculture System), bioflok, rekasaya reproduksi dan lain-lain sebagai upaya menyediakan pasok ikan dan memenuhi permintaan pasar, pengurangan biaya produksi sebagai strategi eksisting pengusaha perikanan.  Beliau juga menyampaikan realisasi sistem logistik penyediaan benih dan induk berkualitas, regulasi dan atau program distribusi produk, diversifikasi produk dan penjualan untuk menyediakan produk ready to eat, ready to cook, dan ready to get untuk kalangan luas.

Bapak Royce Xavier sebagai CEO PT Nagrofa Aqua Kultura menyampaikan tiga poin dalam paparannya yaitu macro economi, shrimp business vs Covid-19, dan the new normal.  “Pada masa pandemi, bisnis yang bertumbuh antara lain: delivery dan logistik, teknologi – komunikasi, food, obat-obatan dan kimia“, ujar narasumber ketiga, Bapak Lukman Raya.  Sebagai Manager Aquaculture PT Issu Medika Veterindo, beliau juga menyampaikan beberapa strategi yang diterapkan PT Issu Medika Veterindo dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Narasumber terakhir, Bapak Hamzah Moch Baabud sebagai CEO PT Kappa Carageenan dan juga dikenal sebagai pencinta inovasi bidang perikanan menyampaikan filosofi ” A mind is like a parachute, it works when it’s open”. Menurut beliau, industri pengolahan rumpul laut masih eksis dan mampu produksi lebih baik.  Peluang pasar sangat besar, baik untuk rumput laut sebagai bahan baku maupun dalam bentuk hasil olahan hingga produk akhir. “Hampir semua produk ada kandungan seaweednya”, ujar Bapak Hamzah.

Sebagai informasi, acara ini merupakan acara webinar pertama diselenggarakan oleh Fakultas Perikanan dan Kelautan UNAIR yang selanjutnya juga akan diadakan lagi acara yang semacamnya.

Penulis
Darmawan Setia Budi
PSDKU Banyuwangi
Email: darmawansetiabudi@fpk.unair.ac.id

Rated 5 out of 5