MENGULIK FAKTOR TERANCAMNYA SANG HEWAN LEGENDA: PESUT MAHAKAM

image
By Ayu Lana Nafisyah On Kamis, Februari 18 th, 2021 · no Comments · In

Siapa yang tidak mengenal hewan lucu nan menggemaskan khas Sungai Mahakam ini? Yap, siapa lagi kalau bukan; Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris). Pesut Mahakam merupakan lumba-lumba air tawar yang hidup di sungai tropis. Pesut Mahakam biasa disebut lumba-lumba Irrawady sebagai nama umum secara internasional oleh para peneliti barat. Hewan ini memiliki keunikan karena tidak memiliki moncong. Selain itu ciri-ciri dari Pesut Mahakam ialah bentuk tubuh yang lurus, tegap dan membulat, dahi yang tinggi, kepalanya yang berbentuk bulat, mata yang kecil, sirip punggungnya berukuran kecil dan membundar, dan berwarna putih keabu-abuan. Populasi dari Pesut Mahakam ini dapat ditemukan di wilayah Asia Tenggara dan bagian utara Australia (Oktaviani et al., 2007).

Pesut Mahakam kerap dikatakan sebagai hewan legenda oleh masyarakat setempat. Masyarakat dari Kalimantan Timur percaya bahwa pesut berasal dari dua anak kecil kakak-beradik yang ditelantarkan oleh ayahnya sehingga menjelma menjadi pesut. Hewan ini dianggap keramat dan sudah ribuan tahun menempati wilayah Sungai Mahakam. Namun, ekosistem aslinya yang berada Sungai Mahakam sudah bukan menjadi tempat yang ramah bagi hewan mamalia satu ini. Diperkirakan populasi pesut di perairan Sungai Mahakam Provinsi Kalimantan Timur saat ini hanya mencapai sekitar 34 – 55 ekor (Kreb dan Budiono, 2004).

Dikutip dari laman CNN Indonesia (2020), Sekar Mira seorang Peneliti Mamalia Laut di Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI), mengemukakan bahwa status konservasi dari Pesut Mahakam sudah terancam punah. Status ini berdasarkan data International Union for Conservation (IUCN) yaitu critically endangered dengan status tambahan yaitu data deficient. Hal ini berarti Pesut Mahakam sudah terancam kritis dan berisiko tinggi untuk punah di alamnya, lho!

Cuplikan Video Kemunculan Pesut Mahakam yang Beredar di Twitter
(Sumber: Indozone.id)

Tahun kemarin sempat dihebohkan kabar kemunculan Pesut Mahakam yang kian langka. Fenomena ini diabadikan dengan video yang diunggah oleh akun Twitter @BahriBpp pada Senin (20/7/2020). Lantas faktor apakah yang menjadikan Pesut Mahakam terancam punah? Dilansir oleh situs resmi LIPI (2020), Sekar Mira, Peneliti Mamalia Laut di Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI) menuturkan bahwa kemunculan Pesut Mahakam tidak aneh terjadi dikarenakan sungai tersebut merupakan habitat aslinya.

Apabila menilik lebih jauh, kualitas air juga memiliki keterkaitan akan keberadaan pesut tersebut. Paramater perairan dengan kandungan oksigen terlarut yang cukup tinggi, kadar pH yang stabil, konsentrasi kimia yang tidak berlebihan, suhu yang optimum, konduktivitas, dan turbiditas akan mampu mendukung kelangsungan hidup ikan (Aisyah et al., 2008). Selain itu, ketersediaan sumber pakan juga menjadi faktor terancamnya Pesut Mahakam. Persaingan untuk mencari makan menyebabkan pesut bergerak lebih jauh ke hulu. Padahal banyak sekali aktivitas tambang dan transportasi air di daerah hulu yang dapat menyebabkan pesut terluka. Polusi suara dari lalu lintas air dan pembangunan juga mengganggu kelangsungan hidup Pesut Mahakam yang peka terhadap suara.

Pesut Mahakam dalam mencari makan memiliki kecenderungan untuk memangsa ikan yang terjerat di jaring. Sehingga, pesut akan bergerak mendekati jaring dan mencari makan di dekatnya. Hal ini menjadi ancaman utama bagi Pesut Mahakam, diketahui persentase kematian Pesut Mahakam 66%-nya berasal dari jaring nelayan (Noor et al., 2013). Pesut yang terperangkap jaring tidak akan bisa pergi ke permukaan untuk bernapas. Selain itu, penangkapan ikan secara berlebihan atau yang biasa dikenal dengan overfishing, penggunaan alat tangkap ilegal lainnya seperti racun dan listrik juga menimbulkan potensi kematian pesut. Diperlukan undang-undang yang lebih ketat dan pembatasan penggunaan jaring untuk meminimalisir potensi kematian.

Adanya kabar heboh kemunculan dari Pesut Mahakam pun sangat disyukuri oleh warga. Peristiwa ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga habitat dan populasi Pesut Mahakam. Yuk, mari lestarikan Pesut Mahakam demi kelangsungan hidup bersama!

Sumber referensi:

Aisyah, Dharmadi, Nasution, S.H., et al. 2008. Kondisi Kualitas Air Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) di Wilayah Daerah Aliran Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia, 14(1): 47-53.

CNN Indonesia. 2020. LIPI Ungkap Penyebab Pesut Mahakam di Ambang Kepunahan. https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20200722162316-199-527739/lipi-ungkap-penyebab-pesut-mahakam-di-ambang-kepunahan. Diakses tanggal 18 Februari 2021.

Kreb, D., dan Budiono. 2004. Conservation Management of Small Core Areas: Key to Survival of a Critically Endangered Population of Riverine Irrawaddy Dolphins in Borneo. Conservation and Social Ecology of Freshwater and Coastal Irrawaddy Dolphins in Indonesia. Noordoostpolder. Febodruk B. V. Enschede, 81-104.

LIPI. 2020. Kemunculan Pesut Mahakam, Mamalia Air yang Kian Langka. http://lipi.go.id/berita/Kemunculan-Pesut-Mahakam-Mamalia-Air-yang-Kian-Langka/22097. Diakses tanggal 18 Februari 2021.

Noor, I. Y., Basuni, S., Kartono, P. A., dan Kreb, D. 2013. Kelimpahan dan Sebaran Populasi Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris Gray, 1866) di Sungai Mahakam Kalimantan Timur. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 10(3): 283-296.

Oktavian, D., Aisyah, dan Dharmadi. 2007. Pemantauan Status Populasi Pesut (Orcaella  brevirostris) di Sungai Pella (Daerah Aliran Sungai Mahakam), Kalimantan Timur. BAWAL, 1(6): 209-214.

 

Penulis: Shafa Aisyah Rahmalia (Akuakultur, 2020)

Editor  : Linda Kartika Sari (Teknologi Hasil Perikanan, 2019)

 74 total views,  10 views today

Please follow and like us:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
YOUTUBE
Instagram