PANEN PARSIAL BUDIDAYA UDANG VANNAME (LITOPEANEUS VANNAME) INTENSIF

Udang vanname hingga saat ini masih menjadi komoditas andalan sektor perikanan. Berbagai teknologi budidaya masih sering dikembangkan demi meningkatkan produktivitas udang vanname setiap tahunnya. Teknologi budidaya secara intensif masih menjadi andalan bagi para pembudidya udang untuk mendapatkan hasil yang maksimal yaitu SR (Survival Rate) yang tinggi, pertumbuhan yang lancar dan FCR (Feed Convention Ratio) yang rendah. Prinsip budidaya dengan menghasilkan biomassa yang tinggi dalam waktu yang periode budidaya yang lebih pendek masih menjadi tujuan dari kegiatan budidaya udang dengan mencari metode yang efisien.
Budidaya udang dengan sistem intensif dan superintensif memberikan konsekuensi tingginya biomassa udang di tambak. Pengendalian bobot biomassa pada populasi udang agar tetap dalam batas daya dukung lingkungan menjadi suatu keharusan dalam manajemen budidaya intensif dan super intensif. Pemahaman mengenai berapa kapasitas untuk daya dukung lahan (carying capasity) setiap lahan tambak harus dikenali oleh setiap pembudidaya di masing-masing lokasinya. Sistem budidaya dengan padat tebar yang tinggi akan berisiko negatif apabila pembudidaya tidak dapat mengendalikan. Metode panen parsial atau panen sebagian dapat menjadi alternatif cara untuk tetap menjaga daya dukung lahan.
Panen parsial atau panen sebagian merupakan suatu kegiatan yang mulai banyak dilakukan guna mengurangi sebagian kecil dari biomassa udang dalam satu kolam / petak. Panen parsial memiliki berbagai tujuan yaitu menjaga keseimbangan antara biomassa dengan ruang gerak udang, mengurangi produksi limbah agar lebih mudah diolah dan mempercepat pertumbuhan udang. Pada umumnya, panen parsial biasa dilakukan pada DOC (Day Of Culture) 60, dengan memgambil antara 10-15% dari populasi / biomassa budidaya. Beberapa keuntungan melakukan kegiatan panen parsial anatara lain : kondisi kualitas air dapat lebih terjaga dikarenakan input jumlah pakan yang berkurang sehingga limbah organik ikut berkurang, ADG (Average Daily Growth) lebih tinggi karena ruang gerak lebih luas sehingga mengurangi risiko udang stres, dan secara ekonomi perputaran uang yang dihasilkan akan lebih cepat karena ada pemasukan dalam periode waktu yang cepat.
Penulis
Daruti Dinda Nindarwi
Departemen MKI-BP
Email
daruti-dinda-n@fpk.unair.ac.id



