Close
Pendaftaran
FPK UNAIR
  • English
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

50 Mahasiswa UNAIR Lolos Dana Hibah

Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

50 Mahasiswa UNAIR Lolos Dana Hibah

Bagikan

Field Education, Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) telah diumumkan, ada dua program studi (Prodi) dari Universitas Airlangga yang mendapatkan dana hibah dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Satu diantaranya yakni Prodi Akuakultur FPK. Nantinya mahasiswa yang lolos akan terjun ke lapangan selama empat bulan dan diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh saat pembelajaran di kelas. Tidak hanya itu, mahasiswa juga akan mendapat konversi sistem kredit semester (SKS) sebanyak 20 SKS. Artinya mahasiswa tidak perlu takut untuk ketinggalan mata kuliah karena semua kegiatan MBKM dapat dikonversikan menjadi nilai mata kuliah.

Setelah melakukan pendaftaran dan proses seleksi, tersaring 50 orang mahasiswa/i semester empat yang dinyatakan lolos. Langgeng Widodo, satu diantara mahasiswa yang lolos program MBKM ini. Menurutnya, program ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa Akuakultur terutama dalam pengaplikasian ilmu yang telah diperoleh.

“Program ini dapat meningkatkan hard skill maupun soft skill secara langsung yang dibutuhkan di lapangan sehingga mampu membuat mahasiswa menjadi orang yang berkompeten terhadap bidang yang dituju,” ucap Langgeng saat dihubungi via telepon.

Mahasiswa yang lolos mendapatkan pembekalan pada Sabtu (19/6/2021) secara daring melalui zoom meeting yang membahas teknis pelaksanaan dan tahap apa saja yang harus dilalui selanjutnya. Dalam kesempatan itu, M. Browijoyo Santanumurti, S.Pi., M.Sc selaku dosen FPK UNAIR menjelaskan bahwa dari 50 orang mahasiswa yang lolos akan dibagi ke dalam beberapa kelompok dengan rincian 1 kelompok terdiri dari 3 orang. Pak Browijoyo juga mengatakan bahwa setiap kelompok diperbolehkan untuk mengambil satu komoditas akuakultur di satu instansi terkait. Ia juga menambahkan bahwa program MBKM ini akan dimulai sekitar bulan Agustus setelah peserta mengirimkan proposal dan menyelesaikan proses administrasi.

Lebih lanjut, Pak Browijoyo juga menjelaskan bahwa peserta yang terpilih wajib membuat logbook dan mengirimkannya per minggu melalui gform yang disediakan saat program berlangsung. Ada pula perjanjian antara peserta dan panitia terkait hak dan kewajiban masing-masing pihak yang perlu disepakati bersama.

Dengan adanya Field Education, Kepala Prodi Akuakultur, Putri Desi Wulan Sari, S.Pi.,M.Si., berharap tahun depan FPK dapat berpartisipasi dengan lebih banyak lagi mahasiswa yang lolos. ‘’Sebab jika dirasa program ini valuable, ke depannya kuota dana hibah akan bertambah,’’ pungkasnya.

Sesi Pembekalan MBKM (Sumber: Istimewa)

#FPKUA #Aquaculture #FisheryIndustryTechnology #Sustainable

Penulis : Ridwansyah (Akuakultur, 2019)

Editor  : Viradyah Lulut S. (Akuakultur, 2019)

5/5