Bahaya! Mikroplastik Sudah Mencemari Produk Hasil Perikanan

By Ayu Lana Nafisyah On Rabu, Maret 31 st, 2021 · no Comments · In

Baru-baru ini heboh video yang diupload melalui media tiktok berisi tentang bagaimana seorang pria mengungkap bahwa tuna dalam kaleng mengandung mikroplastik. Mikroplastik merupakan partikel plastik yang berukuran kecil antara 0,3 mm sampai 5 mm (Yona et al., 2019).

Berdasarkan proses terbentuknya mikroplastik dibagi menjadi 2 yaitu mikroplastik primer dan sekunder. Mikroplastik primer adalah mikroplastik yang sudah memiliki ukuran mikro dari awal pembuatanya, sedangkan mikroplastik sekunder terbentuk dari plastik yang berukuran besar yang terdegradasi menjadi partikel mikro (Rachmat et al., 2019).

Hasil perikanan tangkap seperti daging ikan merupakan bahan makanan yang bergizi, ikan mengandung protein yang tinggi. Beberapa zat gizi yang diperlukan tubuh makhluk hidup terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air harus diperoleh dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari seperti ikan. Nilai gizi ikan sangatlah baik karena mempunyai nilai cerna dan nilai biologis yang lebih tinggi dibanding daging hewan lain. Ikan mengandung protein dengan asam amino esensial sempurna. Daging ikan terdiri dari 15-24% protein, 1-3% glikogen/karbohidrat, 1-22% lemak, 66-84% air, dan bahan organik lain sebesar 0,8-2% (Ciptanto, 2010).

Pencemaran seperti pembuangan sampah ke laut, menyebabkan pencemaran yang dapat merusak ekosistem lautan, sampah plastik akan dimakan oleh berbagai jenis ikan dan mengakibatkan ikan memiliki kandungan mikroplastik. Hal ini juga akan berdampak bagi hasil perikanan tangkap. Hasil dari perikanan tangkap juga akan dikonsumsi oleh manusia dan menyebabkan manusia akan memakan plastik juga yang mana plastik adalah bahan yang berbahaya bagi tubuh.

Penggunaan plastik sekali pakai juga harus dikurangi secara massif untuk mengurangi dampak tercemarnya lingkungan yang diakibatkan oleh plastik. Penggunaan plastik secara bijak juga harus diajarkan kepada anak-anak agar ekosistem terjaga dan kita dapat mengerti dampak apa yang akan kita rasakan jika kita tidak menggunakan plastik secara bijak. Ikan akan memakan plastik, kita juga akan memakan plastik. Ikan akan mendapat bahaya, manusia juga akan mendapat bahaya.

Mikroplastik yang ditemukan di area intertidal Lamongan (Asadi et al., 2019)

Daftar Pustaka

Asadi, M.A., Hertika, A.M.S., Iranawati, F., et al. 2019. Microplastics in the sediment of intertidal areas of Lamongan, Indonesia. AACL Bioflux, 12(4): 1065-1073

Ciptanto, S. 2010. Top 10 Ikan Air Tawar Panduan Lengkap Pembesaran Secara Organik di Kolam Air, Kolam Terpal, Karamba, dan Jala Apung. Lily Publisher. Yogyakarta. 168 hal

Rahmat, S.L.J, Purba, N.P., Agung, M.U.K., et al. 2019. Karakteristik sampah mikroplastik di muara Sungai DKI Jakarta. DEPIK Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan, 8(1): 9-17.

Yona, D., Sari, S.H.J., Iranawati, F., et al. 2019. Microplastics in the surface sediments from the eastern waters of Java Sea, Indonesia. F1000Research, 8(98): 1-14

 

Penulis: Muh. Hilal Bima Ramadhan (THP, 2020)

Editor : Muhammad Ichwan Firmansyah (THP, 2020)

 54 total views,  6 views today

Please follow and like us:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
YOUTUBE
Instagram