Close
Pendaftaran
FPK UNAIR
  • English
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

KOLABORASI B-PHA DAN HIMAKUA PSDKU CEGAH DBD DI KAMPUNG MANDAR  

Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

KOLABORASI B-PHA DAN HIMAKUA PSDKU CEGAH DBD DI KAMPUNG MANDAR  

Bagikan

UNAIR NEWS – DBD atau Demam Berdarah Dangue merupakan salah satu penyakit berbahaya yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegyptyyang biasa hidup dilingkungan yang kurang bersih. Salah satunya, di Kampung mandar. Kampung padat penduduk di pesisir pantai.

Tercatat, dari data puskesmas setempat,  menyatakan bahwa masyarakat kurang memperhatikan kebersihan lingkungan sehingga berpotensi terjadi persebaran penyakit DBD. Selain itu, sudah didapati warga yang terserang DBD di sana. Menanggapi hal tersebut,  B-PHA (Banyuwangi Public Health Asossiation) dan HIMAKUA (Himpunan Mahasiswa Akuakultur) PSDKU UNAIR di Banyuwangi, berkolaborasi mengadakan kegiatan  sosialisasi yang bertajuk “ Say No to DBD”.

Sosialisasi yang dilaksanakan secara door to door kepada warga Kampung Mandar dilaksanakan pada hari Minggu (15/9) bisa dibilang cukup unik. Pasalnya, selain memberikan pengetahuan secara lisan, panitia yang terlibat juga memberikan bekal kepada warga berupa seekor ikan cupang dan juga Larvasida berupa Obat Abate dengan dosis yang sudah disediakan.

Kepada UNAIR NEWS, Atik Kholis Minna Rika Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) PSDKU UNAIR di Banyuwangi  2018 menjelaskan bahwa jika hanya diberi sosialisasi secara lisan tanpa difasilitasi, mungkin hanya akan masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri. Hal itu, juga sudah dilakukan oleh pihak puskesmas.

“Tidak hanya berhenti disitu untuk memastikan keberhasilan dari kegiatan ini, dari pihak panitia akan mengadakan monitoring yang akan dilakukan sebulan sekali,” tambah Atik yang merupakan ketua panitia.

Kegiatan “Say No to DBD”, lanjutnya, merupakan program kegiatan tahunan antara B-PHA dan HIMAKUA. Tahun sebelumnya juga diadakan, namun dengan nama kegiatan berbeda yakni COSFET (Coastal School of Enviromental Health).

“Ini sebenarnya adalah Proker B-PHA yang marger dengan HIMAKUA yang pada tahun sebelumnya diketuai oleh pihak HIMAKUA dan kegiatanya itu memberian wawasan kepada anak SD di Pesisir tentang wawasan kelestarian lingkungan pantai, sementara tahun ini diketuai oleh pihak B-PHA jadi lebih berfokus kebidang kesehatan,” pungkas Atik.

Penulis
Ivan Syahrial

Sumber
http://news.unair.ac.id/2019/09/17/kolaborasi-b-pha-dan-himakua-psdku-cegah-dbd-di-kampung-mandar/

5/5