Fakultas
perikanan dan kelautan

LECTURER OF THE MONTH : Prof. Dr. Sri Subekti, drh., DEA

Prof. Dr. Sri Subekti, drh., DEA. adalah salah satu tenaga pendidik senior di Universitas Airlangga, bahkan jauh sebelum Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) berdiri. Sebelumnya, Prof. Sri Subekti yang merupakan dosen di Fakultas Kedokteran Hewan ditunjuk menjadi Kaprodi S1 Budidaya Perairan. Kemudian di tahun 2008 berdasarkan SK Rektor Unair No. 5887/JO3/OT/2008, FPK Unair terbentuk dengan penunjukan Prof. Sri Subekti sebagai Dekan pertama. Beliau kembali dipercaya untuk memimpin FPK Unair untuk periode 2010-2015. Prof. Sri Subekti aktif dalam berbagai organisasi di bidang perikanan, bahkan beliau menjabat sebagai ketua Konsorsium Mitra Bahari (KMB) Jawa Timur.

Prof. Sri Subekti memiliki latar belakang pendidikan di Kedokteran Hewan, beliau mendapat beasiswa S2 dan S3 dari pemerintah Perancis dengan disiplin ilmu Parasitologi. Di Perancis, selain melakukan kegiatan utama mahasiswa yakni belajar dan penelitian, beliau juga bergabung di Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Perancis. Meskipun hidup di negara dengan budaya yang berbeda dengan Indonesia, Prof. Sri Subekti mampu menyiasati shock culture yang sering terjadi pada mahasiswa asing. Cara yang beliau lakukan adalah dengan berorganisasi dan berkumpul bersama kawan dari manca negara lainnya, termasuk dengan kawan muslim dari berbagai negara dalam rangka penguatan ukhuwah islamiah. “Negara Perancis adalah negara yang egaliter1, juga merupakan negara yang ramah tanpa adanya diskriminasi,” terang Prof. Sri Subekti.

Banyak manfaat yang didapatkan dari bersekolah di luar negeri menurut Prof. Sri Subekti. Misalnya, mendapatkan relasi yang beragam dalam jumlah tidak sedikit, selain itu bisa terlibat dalam kegiatan kenegaraan terutama ketika pejabat negara Indonesia melakukan kunjungan di Perancis, selain itu juga bisa meningkatkan toleransi antarbangsa dengan saling memahami kebudayaan negara lain. Prof. Sri menjelaskan, “perbedaan yang paling mencolok adalah ketika bulan Ramadhan. Perbedaan waktu yang signifikan menyebabkan periode berpuasa di Indonesia dengan Perancis berbeda jauh,”. Beliau melanjutkan bahwa tidak akan ada masalah untuk siapapun yang berkuliah di luar negeri jika kita menjadi pribadi yang mudah bergaul dengan semua lapisan masyarakat.

Banyak sekali negara maju yang sangat concern di bidang perikanan dan kelautan, sudah banyak beasiswa yang bisa dimanfaatkan mahasiswa/mahasiswi FPK Unair supaya bisa melanjutkan kuliah di luar negeri. Bahkan FPK Unair sendiri sudah menyediakan Program Double Degree yang harus dimanfaatkan mahasiswa/mahasiswi FPK Unair yang ingin melanjutkan studi di luar negeri.

Di akhir bulan Februari ini, profil Prof. Sri Subekti, drh., DEA. tentang pengalaman studi
di Perancis diangkat oleh Tim Humas FPK Unair (Sumber: Muh. Hilal)

Penulis: Muhammad Hilal (THP 2020)
Editor: Ayu Lana Nafisyah

Rated 5 out of 5