Apakah ada yang tahu mengenai Alga Merah ? Alga terbagi menjadi beberapa kelas, mulai dari alga biru, alga hijau, alga keemasan, alga coklat, dan alga merah. Kali ini yang akan kita bahas adalah alga merah atau yang disebut Rhodophyta, merupakan organisme autotrof karena mampu berfotosintesis. Warna merah dari alga ini berasal dari penutupan klorofil oleh pigmen phycobilin (phycoerythrin dan phycocyanin). Bentuk dari alga merah termasuk filamen, bercabang, berbulu dan seperti lembaran. Ukuran alga merah dapat mencapai ukuran paling besar jika berada pada daerah dengan suhu dingin, sedangkan pada daerah tropis ukurannya cenderung kecil. Dinding sel dalam disusun oleh selulosa dan dinding sel luar disusun oleh mukopolisakarida, seperti agar, carrageenan, porphyrion dan lain-lain.
Alga merah tumbuh subur di habitat laut, ada pula yang dapat hidup di air tawar dan air payau. Umumnya alga merah tumbuh melekat pada substrat tertentu seperti pada karang, lumpur, pasir, batu dan benda keras lainnya. Alga merah merupakan salah satu alga yang sering dijumpai di hutan mangrove. Mereka memanfaatkan akar dan batang mangrove sebagai substrat. Alga merah dapat tumbuh baik pada suhu perairan diatas 25°C. Apabila suhu dibawah 25°C akan menurunkan daya pertumbuhan dari alga merah, sedangkan suhu tinggi<35°C dapat mengakibatkan talus menjadi pucat kekuning-kuningan dan menghambat pertumbuhan alga.
Alga merah didalam ekosistem perairan berperan dalam menghasilkan oksigen, membentuk ekosistem terumbu karang, dan sebagai sumber makanan baik biota dalam air maupun bagi manusia. Alga merah (Rhodophyta) juga memiliki senyawa kimia yang memiliki berbagai macam khasiat dan aktivitas seperti antibakteri, antioksidan, antiinflamasi, antivirus, dan antikarsinogenik. Selain itu, dapat digunakan untuk menjaga fungsi tiroid, menurunkan kolesterol, sumber zat besi yang baik, dan bahkan dapat dijadikan menu diet.
Penulis: MERCIA MEIXI


